Sahabat Blogger

Rabu, 20 Februari 2013

Ingat ini ! saat memutuskan untuk L.D.R

Baru saja selesai nonton KAMBING JANTAN THE MOVIE nya Raditya Dika. Entah sudah yang ke berapa kali Film itu Aku putar. Rasanya tidak pernah sekali pun gue merasa bosan sejak pertama kali melihat Film itu diputar dibioskop beberapa tahun lalu hingga saat ini. KAMBING JANTAN THE MOVIE diadaptasi dari Novel pertama Raditya Dika yang berjudul Kambing Jantan 'sebuah catatan harian pelajar bodoh'.
Selain jalan ceritanya yang Lucuk, tidak mengangkang menegangkan, juga romantis. Banyak pelajaran yang bisa gue petik dari beberapa adegan dalam Film tersebut.
 juga ini
ini juga
CATAT !
Film KAMBING JANTAN THE MOVIE menceritakan kehidupan sehari - hari Raditya Dika yang absurd, dari Dia yang harus meninggalkan teman - temannya demi meneruskan pendidikannya di Adelaide University - Australia, bagaimana Dia mempertahankan hidupnya diAustraly dengan bekerja sebagai tukang mandiin mayat, bagaimana Dia mengisahkan perjalanan menulis novel pertamanya Kambing Jantan 'sebuah catatan harian pelajar bodoh' hingga menjadi sebuah Novel Bestseller, sampai pada kisah cintanya dengan si Kebo (pacarnya Radith) yang mengharuskan untuk LDR, Long Distance Relationship atau Hubungan Jarak Jauh, meskipun pada akhirnya kisah cinta itu kandas bukan Happy Ending yang sebagaimana gue harapkan. :(
I Love this moment
Ketika keduanya tengah berbincang by phone :
"Mbing, disitu ada bulan nggak?" kata Kebo ke Kambing (Raditya Dika, pacar Kebo)
"Ada, ini Aku lagi liat."
"Lucu yah, gimana jauhnya kita sekarang, terpisah dua benua sekali pun, Kita masih bisa melihat benda yang sama. Aku jadi ngerasa deket :)"
"Iya, yah... ehmm... Ni hao ma :* " kata Radit yang seharusnya bilang Wo ai ni (Aku cinta kamu - B.China)
"Wo ai ni dong, sayang."
TUT... TUUT... TUUUTTT...
***
Dari kisah cinta diata sgue terinspirasi buat nulis postingan kali ini. Tentang beberapa hal yang mungkin terjadi dalam sebuah Hubungan Jarak Jauh atau Long Distance Relationship atau LDR.
LDR sendiri singkatan dari Long Distance Relationship bukan Long Dick Reduction (pengurangan alat vital yang kepanjangan) . #BedaKasus #BedaJenis #BedaPokoknya

Ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menjalani sebuah hubungan jarak jauh, sebaiknya harus menyiapkan mental lebih dari biasanya karena banyak tantangan yang akan dihadapi.

Berikut beberapa hal yang mungkin akan terjadi saat LDR :
1. Krisis Kepercayaan
Krisis Kepercayaan adalah berkurangnya rasa percaya terhadap pasangan. Semacam penyakit yang menyerang orang - orang yang terlalu posesif terhadap pasangannya. Biasanya akan banyak diderita oleh pasangan yang memutuskan untuk LDR (selanjutnya disebut 'Distancer'). Karena adanya sebuah ketidakpercayaan yang berlibih terhadap pasangan, maka akan menimbulkan banyak cekcok dalam hubungan itu sendiri yang (mungkin) endingnya akan kandas juga.
Kadang penyebabnya sih sepele, seperti lupa mengirim SMS ke pacarnya dikarenakan sebuah kesibukkan yang menyita banyak waktu. Tapi karena kurang percaya, lantas si cewek bakal mencak -mencak dan Negative thinking pastinya. 

Ketika cowoknya sempat untuk menelephone :

"Halo sayang, maaf hari ini Aku..." <- belum selese ngomong udah disamber :(
"Kamu kemana aja seharian ini ?! nggak ada SMS satu pun yang masuk ! kamu pasti selingkuhin aku disana, iya kan ?!"  Tiba - tiba si cewek mencak - mencak. 
"Nggak, sayang. Aku sibuk kerja tadi."
"Jangan bohong ! Aku nggak percaya ! kenapa nomernya nggak aktif ?!"
"Ada meeting soalnya."
"BOHONG!"
"Terserah deh, aku capek mau istirahat dulu."
"Oh... jadi gitu sekarang. Bener kan dugaan Aku. Kamu emang selingkuh ! Ok, kalau gitu. KITA PUTUS !"
"Tapi sayang..."
"KITA PUTUS !"
TUT... TUUT... TUUUTTT...    

Kalau sudah begitu keadaannya mau bunuh diri pun percuma. #UdahPutusinAjah #BrbCariYangBaru

2.  Kesepian
Keadaan semacam ini akan terasa pas seorang Distancer memutuskan untuk jalan - jalan sabtu malaman. Melihat sekeliling banyak pasangan muda - mudi yang saling gandeng tangan, peluk - pelukan, suap -suapan, jalan dua - dua - an, romantis - romantisan. Lah yang Distancer bagaimana ? mau gandeng juga gandeng siapa ? mau peluk juga peluk siapa ? peluk guling sih iya. Nyesekkk ? memang.
Meskipun Distancer bukanlah seorang Jomblo tapi akan berasa jomblo ketika LDR. #UdahPutusinAjah #BrbCariYangBaru
Yang dipojokan, ngapain Woi !


"Tidak ada hal yang lebih menyakitkan selain melawan rasa kesepian mu sendiri." 
- Sabaku Garaa - (Naruto character)

3. Bosan

Disini bosan itu sendiri acap kali menyambangi seorang Distancer saat hubungan dengan pasangan hanya begitu - begitu saja, monoton. SMSan - telponan  - webkeman, tanpa bisa jalan - jalan bareng, nonton bioskop bareng, makan bareng, tidur bareng. eh?  yang terakhir lupakan.
Pastilah rasa bosan kian berakibat pada hubungan itu sendiri. Apalagi dibalik itu semua ada seseorang yang lebih bisa diandalkan saat dibutuhkan, lebih bisa diajak gandengan saat jalan, lebih bisa suap - suapan kalau lagi makan, lebih bisa dipake pelukan pas nonton. Pada akhirnya keadaan seperti itulah yang perlahan mengikis perasaan. #UdahPutusinAjah #BrbCariYangBaru

"Kan nggak semuanya kayak gitu, ben?!"

Ok, memang nggak semua, tapi kebanyakan. Daripada nyiksa diri dengan status yang katanya Punya pacar tapi kayak Jomblo? yang katanya Punya Cinta tapi Hampa? Buat apa coba? iya kan? Mending juga nggak ngelakuin LDR sama sekali atau Jomblo sekalian. Mangkannya kenapa gue pribadi nggak mau banget yang namanya LDRan? alesannya ya itu tadi. Kalau kata Radith sih "Bisa lebih bebasin diri, bisa lebih fokus sama masa depan." Muahahaha.... *digampar bolak - balik sama yang LDRan*

Ja...

17 komentar:

  1. Balasan
    1. ciyum kamuh boyeh? *kedip-kedip* *ting* #MahoDetected

      Hapus
  2. eh aku LDR loh, gak tanggung2 antara Bali dan Korea Selatan, kalau diitung sih jaraknya sekitar 5000 kilometer. kami jarang banget telponan, maklum SLI kan mahalnya amit2, kalau pake layanan free call ya bermasalah sama koneksi internet. aku nih sebagai pelaku LDR mau sedikit jawab:
    1. krisis kepercayaan
    nah kalau yg ini jangankan LDR ya pacaran sama tetangga pun kalau krisis kepercayaan mending ngejomblo dulu sampai bs percaya sama pasangan :)
    2. kesepian
    nah ini kalau yg mindset nya pacaran itu perlu peluk2an, cium2an setiap saat, yang menjadikan malam mingguan adalah satu hari yang keramat dan harus sama pacar. padahal kalau kamu bisa berteman dengan diri sendiri km gak akan pernah merasa kesepian :) atau bisa kan ngumpul sama temen
    3. bosan
    ini ya balik lg ke pribadi masing2, dulu aku pernah pacaran 3 tahun, gak LDR, sering ketemu, jalan2, melakukan hal2 yang menyenangkan bareng tapi ya berakhir dengan kata putus karna aku bosen, kl yg sekarang walaupun LDR, aku gak pernah bosen nunggu dia karna kl pas ketemu itu amazing bgt.
    eh kok jawabnku panjang kali lebar ya? hahaha... mau LDR atau jomblo itu ya pilihan masing2 juga :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. wih lama amat ampe 7tahun.udah gitu jauh pulak. hemmm...
      1.tapi kan prosentase krisis kepercayaan itu lebih banyak dialami oleh distancer.
      2.gak musti peluk" juga sih.itu cuma perumpamaan gue aja.iya sih bisa ngumpul sama temen.tapi kalo temennya cowo semua kan tetep aja bete.atau kalo temennya cewe.nah... ati" bisa jadi lebih dari 'temen'.
      3.iya deh sekarang nggak bosen.ntar juga bosen kok.percaya deh . muahahaha...
      oia. udah tujuh tahun ya. selamat deh. SEMOGA CEPET PUTUS. eh?maap xD

      Hapus
    2. 1. ada banyak lho distancer yg percaya sm pacarnya, itu balik lg ke pribadi masing2.
      2. makanya bertemanlah dengan diri sendiri biar gak kesepian, jangan gampang iri sama orang lain yang malem mingguan bareng pacar
      3. siapa yg bilang 7 tahun? >.< ada masanya untuk bosan itu udah pasti, gak cuma LDR tp semua hubungan juga gitu kali..

      mampir ke blogku ya www.leniwijayanti.com

      Hapus
    3. 1.tapi ada banyak juga yang pada akhirnya putus tak berbekas.nyesekkk?memang.
      2.berteman dengan diri sendiri = kesepian .
      3.itu alasan distancer

      ok, siap :)

      Hapus
  3. Peringat tepat buat yang memutuskan LDR, aku alhamdulillah dah LDR 2,5 tahun dan smpe sekarang masih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2.5 tahun ya. hemmm... longlast yak. cepet putus juga . eh?

      Hapus
  4. Gua pernah LDR, tapi masalah yg paling utama bukan semua yg lu tulis di atas. Itu semua klise. Masalah paling utama adalah kemampuan manusia untuk beradaptasi. Di saat kita terbiasa tanpa dia, di saat kita terbiasa melakukan apa2 sendiri, pelan2 entah bagaimana caranya dia bukan lagi bagian yg signifikan dari keseharian kita...di saat itulah, yg namanya perasaan sayang berangsur2 menyusut, komunikasi berubah menjadi garink...dan kemudian kita pun berpikir...ga ada dia pun, gua bisa hidup...

    Lu nulis tentang LDR udah pernah LDR belum nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih.tapi kan itu opini saya bang.yah menurut saya (mungkin) gitu. saya juga mengatakannya kan " beberapa hal yang mungkin terjadi" bukan yang terjadinya aja loh.iya itu..ah apa ini. lupakan.

      soal pernah nggaknya,gue juga pernah sih tapi bentar dan nggak enak.

      Hapus
  5. bicara soal LDR gak ada habisnya ya? untung gue gak berharap ngerasain kyk gituan juga sih... :))

    BalasHapus
  6. LDR tergantung orangnya menurut gue dari pengalaman temen2 sih. gue sih belom pernah LDR paling LDR 1 bulan aja kalau emang lagi diluar kota itu dulu sih mahaha..

    tmn2 yang ldr itu cenderung bersifat dewasa walau juga ada yang maen nikung :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener. distancer emang lebih cenderung dewasa. dewasa dalam menutupi perselingkuhannya.

      Hapus
  7. Semaksa-maksanya pacaran ya LDR, lebih sakit daripada status jomblo emang..

    BalasHapus
  8. Dua kali pacaran LDR,,,,
    Yang satu dlu si cwe gk mau ajak aq maen alasanya sibuk krja tah,, Ehz,, ya pda akhir nya putus.
    setelah itu aq pacaran LDR jg malah rumahnya jauh banget,,, Emz,,,, kurang nya kepercayaan bsa jg membuat putus...

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu, sesederhana itu saya sudah merasa dihargai.
Terimakasih :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...