Sahabat Blogger

Senin, 31 Desember 2012

SURVIVAL ON JAKARTA : ULTAH WWF 50th with GENK KANCUT


Ini kali ketiga gue menginjakkan kaki di sebuah kota bernama Jakarta.
Jakarta? Apa sih yang ada dipikiran kalian ketika mendengar satu kata ‘Jakarta’. Macet ? Pasti.
situasi paling kampret, macet!
Tumpukan sampah yang menggunung? sudah nggak aneh.
pemandangan indah tengah kota, sampah ._."
Deretan kali–kali dengan bau yang menusuk? biasa itu mah…
kali ini bau stoberi, iya SE-TO-BE-RI
Atau… Banjir?
galon habis, air banjir lebih praktis :D
Yup! Jakarta sebagai ibukota sebuah Negara harusnya mencerminkan kepribadian Negara tersebut. Harusnya….
begini seharusnya JAKARTA
Ah, lupakan!

Ngobrolin soal Jakarta, kemarin (22-23 Desember 2012) gue habis  vacation ke Jakarta gitu, ikutan kopdar (kopi darat/ketemuan) bareng komunitas blogger kreatif Indonesia Kancut Keblenger di acara Ulang tahun WWF  50th (World WildLife Fund, Organisasi Observasi Alam, Anggota PBB).
  
Themes :
“Golden Path of Love : Persembahan Cinta untuk Bumi”
Logo WWF, Siunyu panda :3
Bentar–bentar. Tadi sempet ngomongin Kancut Keblenger? itu apa? Kok aneh? Kancut? Apalagi itu? baca Disini.
ini Kancut! Iya ini Kancut nya..
Sini gue jelasin.
Jadi menurut yang empunya ini komunitas, kak Irvina Lioni. Katanya Kancut Kebelenger itu bukan seperti apa yang kalian lihat dari nama dan lambang komunitas ini. Kancut Keblenger adalah salah satu komunitas blogger Indonesia yang isinya semacam kumpulan blogger–blogger kreatif, aktive dari seluruh penjuru Indonesia, mereka yang gokil, dan sedikit gila cerdas.”

Terus kenapa harus Kancut? Kenapa nggak pake Beha atau semacamnya gitu?
“Ok, jadi yah… kenapa harus Kancut? gitu? karena Kancut lebih flexible, bisa dipake sama cewek atau cowok, baik tua maupun muda, kaya–miskin, ganteng–jelek, cantik–ancur, semua pake Kancut. Kalo Beha kan cuma dipake sama cewek doang, nggak tau deh kalo yang ngaku ‘cowok’?“ Jelasnya sambil terbahak.

Gimana sudah jelaskan apa dan kenapa harus Kancut Keblenger? kalau sudah jelas gue lanjutin ceritanya, kalau masih belum jelas boleh baca ulang penjelasan diatas, tapi kalau memang belum juga jelas sebaiknya anda minum buyung upik biar pinter :D

Ok, Fokus !

Well, sesampainya gue di Taman Ismail Marzuki (TIM-Jakarta Pusat) dimana pagelaran akbar itu diadakan, dengan sepatu yang basah kuyup gegara hujan, becek tapi pake ojek (Iya, gue naik ojeg dari terminal senen sampe ke Taman Ismail Marzuki) dan juga banjir. Ngenes.
Bpk. Ismail Marzuki  salah satu pahlawan Reformasi INDONESIA
Gue, melangkah gontai menuju booth Kancut Keblenger, dan… yeah! untuk pertama sebelum kedua kalinya, gue melihat mereka, sekumpulan makhluk tak bernama (iyalah.. kan belum kenal) 
Mereka anggota komunitas unik ini, ada bang Farid, bang Fachri, bang Data, bang Jakur,  kak Vita, kak Tammy, kak Riris, kak Uti, kak Senny sama kak Adetia, semua mereka menyambut kedatangan gue dengan tampang penuh tanda Tanya. Dan dari salah seorang yang pertama kali menyapa gue dialah kak Senny. *sungkem sama kak Senny* dan lainya menyusul. *shaking hand*
kak Senny
Setelah gue mengenal mereka, mencoba mengakrabkan diri namun masih amat sangat canggung dan gue memutuskan untuk diam dan menyimak saja apa yang mereka obrolkan, tertawakan, ungkapkan dan jelaskan. Semuanya gue tanggepin dengan… diam.
Seperti kata pepatah  “Diam itu emas, namun jangan diam jika melihat emas.” *Okesip! ini nggak penting*
Dari diam itu gue belajar bagaimana cara mereka berinteraksi untuk mengenal satu sama lainnya.
Dari diam itu gue tau apa yang mereka sukai dan tidak sukai.
“Untuk mengenal seseorang lebih dalam, maka kita harus tau apa yang membuatnya marah.”
– Hunter X Hunter -
Dua hari gue dijakarta bareng anak KK, sore pertama ketika gue baru beberapa jam berada dibooth, gue diajak menyaksikan pagelaran akbar semacam LIVE CONCERT & THEATRICAL PERFOMANCE bagian dari sederetan acara ULTAH WWF 50th. Acara digelar didalam sebuah aula yang berhasil bikin gue berkata “WOW”, luas banget meennn, gue merasa terhormat bisa masuk aula tersebut, duduk bersanding bersama orang–orang terhormat lainya untuk menyaksikan sebuah THEATRICAL yang tentunya lebih WOW dari gedungnya.
Ketika acara THEATRICAL itu dimulai, gue udah berdecak kagum sama background dan layer–layer yang ditampilkan berasa asli banget, efek lampu, suara, serta para pemainya berhasil bikin gue merinding disco sama jalan cerita yang disuguhkan. Kalau diijinkan gue mau bilang “KUADRAT WOW” buat acaranya, keren. *standing applause* PROK.. PROKK... PROKKK... !!!
LIVE CONCERT & THEATRICAL on stage
Terlepas dari semua hal yang bikin gue excited, banyak pelajaran yang gue dapet dari cerita theatrical tersebut. Jadi, jalan ceritanya itu mengisahkan ada Lima orang yang renta dari pedalaman Kalimantan dengan pakaian lusuh memikul beban berat dipundaknya akibat kerusakan bumi yang  terjadi, mencari sang ibu pertiwi, sang ibu bumi untuk bisa kembali memeluk mereka dan merahmatkan kembali kesuburan ditanah gersang mereka, dilaut mereka, dilangit mereka karena ulah saudara mereka sendiri yaitu manusia.
Lima orang tersebut mencari hingga keseluruh penjuru bumi, dan pada akhirnya sang ibu pertiwi masih berbelas kasih untuk kembali kepada mereka dengan satu syarat bahwa mereka harus menjaga kelestarian yang ditumbuhkan kembali dengan seluruh tumpah darah mereka.

Mungkin cerita gue terlalu singkat dan susah dimengerti, namun jangan dilihat dari apa yang gue katakan tapi pahami maksud dari apa yang hendak gue sampaikan. Sebuah pesan dari Bumi yang menjerit karena 'kesakitan' mereka tersiska oleh tangan–tangan jahiliyah dan nafsu serakah mereka orang–orang berdosa.
Bumi mengisyaratkanya dengan berbagai macam bencana. Bukan, bukan Bumi marah kepada semua manusia, tapi itulah cara Bumi mengingatkan kita. Bumi hanya ingin menyampaikan apa yang seharusnya manusia mengerti, jaga, dan lestarikan. Bukan malah merusaknya, memanfaatkanya dengan semena–menena.
Bumi mengijinkan seluruh apa yang ada pada dirinya untuk kelangsungan hidup makhluknya, namun dengan cara yang seharusnya bijaksana, bukan serakah. Itu pesan Bumi.

So, kita sebagai generasi penerus. Mari saling bergandeng tangan, saling sungging semangat untuk menyelamatkan Bumi. Karena ibu pertiwi pun menangis ketika anak cucunya tidak mampu merawat sumber penghidupanya sendiri, bahkan mereka lebih cenderung merusaknya cuma demi seonggok emas untuk kekayaan pribadinya. Miris? memang.

Mari kita saling mengingatkan antar sesama makhluk untuk saling menjaga dan melestarikan keselarasan alam supaya Bumi subur kita pun makmur.
Mulai dari diri sendiri, nggak perlu melakukan hal besar yang mungkin sulit untuk dilakukan. Mulai dengan hal kecil disekitar kita, dengan mulai membuang sampah pada tempatnya, bakar sampah–sampah plastic yang susah dicerna Bumi dan kurangi penggunaan plastic–plastic tersebut. Gampangkan? 
Setelah semua hal positif yang kita lakukan akan terasa biasa, maka kita akan terbiasa pula untuk menjaga bumi ini.
"Untuk memulai sesuatu yang baik memang harus sedikit dipaksakan maka akan menjadi sebuah kebiasaan."
-ben-
Ingat kawan, Bumi ini sudah tua. Mungkin sudah saatnya sekarang kita menjaganya lebih extra dari sebelumnya, karena Bumi yang semakin renta, kelangsungan hidup pun akan semakin terancam pula keadaannya.
Mari sayangi bumi kita. Lestarikan apa yang seharusnya kita lestarikan, suburkan tanahnya kembali, jaga perkembangbiakan hewani, semua demi kelangsungan hidup kita sendiri. Karena Bumi akan memberi lebih dari sedikit yang kita kasih.
Komunitas Si Dalang : komunitas daur ulang plastic. HARUS BANYAK BELAJAR DARI MEREKA ^^
== Back to nature, save the world for our Live ==
***
Malamnya gue sempet nginep dirumah Kak Pinah selaku yang empunya komunitas. Dia baik banget cuy, baru juga kenal tadi sore sudah dibolehin aja numpang tidur dirumahnya, sudah gitu dikasih makan pula dan semua itu gratis. Iya gratis! #AkuCintaGratisan Muahahaha…. 
Kak Pinah, The Mother of  Kancut Keblenger
Selain kak pinah yang ketjeh dan baik, masih ada mereka yang juga baik, gokil dan... hentai. Nggak heran kalau semua lebih seneng nonton anime hentai ketimbang nonton sinetron. *Ini gambaran anak muda penerus bangsa yang sukses. Sukses menjerumuskan bangsanya xD*

Kita terdiri dari 9 orang diantaranya ada 5 biji jantan dan 4 buah betina. Berhubung kita banyakan jadi deh kita tidurnya juga banyakan, yang betina di kamernya kak pinah, yang jantan dikamer adeknya kak pinah dilantai dua. Gila tidur tumpukan berlima, tapi tetep asyik kok apalagi sebelum tidur kita sempet nonton mirai nikki (future diary) dilaptop bang Farid. Ini bukan anime hentai loh yah, cuma anime mesum. *lah sama aja ini mah :(*
Seusai itu kita terlelap dalam mimpi absurd masing–masing.

Sore kedua dan terakhir gue di Jakarta sebelum balik ke Cirebon, kita kembali ke booth di TIM. Dihari kedua ini, banyak lagi acara yang disuguhkan, dari mulai performance band–band bintang tamu, performance tiap komunitas juga ada. Kalo Kancut Keblenger sendiri ada Talk Show dari mimin pinah.
Mimin lagi Talk Show
yang nonton anggotanya doang, yg lain tau kemane?
Dan season terakhir dari even ini, kita semua diajak photo bareng seluruh komunitas sama sebagian admin WWF. 
Dari sekian kisah hari itu, gue belajar “Jangan menilai seseorang hanya dari tampangnya saja, perhatikan kepribadiannya karena masing–masing kita memiliki sesuatu yang berbeda dan luar biasa dari yang lain.”

Begitu kisah ku di Jakarta kemaren, asyik, seru, gokil, sengsara juga ada.

Terimakasih buat kakak–kakak di Kancut Keblenger, gue sayang kalian, gue makin cinta Kancut Keblenger dan bangga bisa ada diantara kalian semua.
Thanks to : 
All guys in Kancut Keblenger
urutan kiri ke kanan : ce -> MEGA GUMELAR, RIRIS, ADETIA, VITA, UTI, PINAH, NYIN - NYIN, (belum diketahui IDnya), CHIARA, TAMMY.  co -> JAKUR, FHACRI, ALIEN, FARID, SAHIL, KIKO & BENNY.

Terimakasih sudah berpartisipasi :)
Salam sekawan sekancut keblenger. Semoga kita dipertemukan kembali di waktu yang lain dan kisah seru lainnya. Dadahhh... *cipok basah*

NB : bonus pict epic kelakuan bejat anak KK :'D *LOL 
17+ + plusss...
Awas gila menular :D
Power ranger salah alamat ._."
Otaku hentai
Siluman toilet, si pemburu kancut :D
Autis shindrome
Pasukan pembersih toilet. kyaaaa....
:: sebenernya masih banyak adegan-adegan absurd dari mereka, tapilah cukup segitu saja ya :)
sumber gambar : gallery poto ben, google, Kancut Keblenger Fans Page

Ja…

16 komentar:

  1. akhir kata....
    "TIDAK ADA KANCUT, TIDAK BAIK"
    salam olahraga! ( '-')7

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah iya,hestek yang itu LUUU...PAAA.... :(

      Hapus
  2. Wahhhh.. cuma ini postingan laporan kopdar yg ada pesan dari alam-nya. huehehehee. good job! lain kali kalo ke jakarta bawa oleh2 sekarung!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. diblog mu ada aku dari cirebon, yeah.. *tos!

      Hapus
  3. Balasan
    1. uhm... iya yah kenapa? why?
      tapi..ah.. lupakan !

      Hapus
  4. KITA CINTA GRATISAN ! XD
    entar bawa makanan lagi ye, enak :P

    BalasHapus
  5. << Masih iri karena gabisa liat theater tapi nggak yakin bisa stay still nonton theater selama itu -__- #persoalan

    WOII, bukan hentai woooi, jangan rusak image tampan dan charming sayaaaa ~~~ #lah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah, emang kok bvang. wong theaternya keren badai gitu. kalo bisa mah gama kedipin mata malah :P
      soal hentai? itu...iya itu...

      Hapus
  6. namaku tidak terlalu ternoda disini cuma tetep aja ada foto anehnya ._.
    post ini beda sama laporan yang lain, lebih mengajak buat sayangi bumi. tapi tentang mengurangi sampah plastik itu ya dari produsennya juga, sama pola pikir masyarakat yang ga pernah sadar lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. mangkanya hil, disini saya menekankan bukan dari siapa tapi dari diri sendiri dulu. kalo kitanya udah sadar barulah menyadarkan yang lain.
      kita hidup untuk saling sadar menyadarkan.. *apa ini? Lupakan!

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. disini Ben lagi sadar, kata-katanya itu wahahahaha

      Hapus
  7. liputan lama nih, ane udah pernah baca di liputan kawancut yang lainnya,, tapi yang ini kayaknya lebih lengkap...

    keren acaranya ya... di JKT, ngga di MDN

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu, sesederhana itu saya sudah merasa dihargai.
Terimakasih :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...