Sahabat Blogger

Tampilkan postingan dengan label Genk Kancut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Genk Kancut. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

A Journey to Find The Kancut Keblenger


Cita–cita gue sederhana kok, hanya ingin bercerita melalui sebuah karya tulis seperti cerpen, atau novel (semoga). Berharap orang–orang bisa tertawa dengan cerita–cerita gue, sejenak melupakan penatnya masalah hidup. Dengan menulis sebuah cerita, gue bisa memvisualisasikan imajinasi dan mimpi–mimpi gue dengan sesuka hati, menentukan sebuah jalan cerita yang dramatis ataupun romantic bahkan yang tragis sekalipun dengan Ending cerita yang tentunya semau gue juga dong. Kekekekkk…

Sejak dibangku SMP, gue sudah hobby buat bikin–bikin cerpen. Sampai pernah satu waktu pas gue iseng cerpen gue tempelin ke mading ternyata banyak yang suka. Lantas banyak diantara mereka yang bilang “Ben, napa nggak jadi penulis aja, cerpen lo lumayan tauk.” Gue amini saja apa kata mereka. Who knows kalau nanti gue beneran jadi penulis terkenal seperti penulis idola gue, Raditya Dika.

Dulu pas SMP, gue masih gaptek banget. Nggak kenal sama yang namanya Internet, wong starting computer aja gue masih nggak ngerti, apalagi sampe ngenal internet. Kayaknya gue lebih paham soal resleting deh ketimbang starting. Iya cuma itu, cemen banget yak. Maklum SMP gue dikampung dan gue juga orang kampung, jadi wajar toh kalau masih gaptek gitu. Itulah kenapa dulu gue lebih suka nulis cerita di kertas selembar atau di halaman belakang buku catetan. Huhukkk…. *keselek keyboard*

Menginjak SMA STM, gue dibeliin netbook sama Ibu. Katanya biar lebih rajin belajarnya. Seneng? Pasti. Setelah fasih mengoprasikan computer, gue mulai dikenalkan lebih jauh apa itu internet. Hingga pada akhirnya, gue pun mulai mengenal dengan dunia maya sosial media, semacam Facebook. Dari situ gue mulai beralih, dari hanya menulis diatas kertas kemudian menulis di Ms.Word lalu mempublikasikannya lewat tab catatan yang disediakan oleh Facebook, sehingga apa yang gue tulis bisa langsung dibaca sama temen–temen gue di FriendList.

Beberapa waktu kemudian, karena dia tau gue suka nulis, ada satu teman sekelas yang nyaranin gue buat bikin blog. Blog? Apa itu blog? baca disini. Katanya, “Fasilitas yang disediakan lebih canggih dari note Facebook. Blog bisa jadi semacam online diary yang nantinya tulisan lo diblog itu akan bisa dibaca oleh lebih banyak orang, bukan hanya di Indonesia tapi sedunia. Gimana? mantap kan? Oia, dengan ngeblog, jika kita serius menekuni bisa juga dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan daripada terus – terusan ngemis duit jajan sama ortu. Mending ngeblog bisa dapet duit. Hehe…” Begitu jelasnya.
Akhirnya gue pun ikutan bikin blog. Dan dari sinilah awal mula bagaimana gue bisa bergabung bareng salah satu Komunitas Blogger Kreatif Indonesia Kancut Keblenger (KK). Jika dilihat dari namanya aneh memang. Gue juga sempet ketipu sama nama ini komunitas. Gue pikir, ini komunitas atau semacam online shop yang jual–jualin daleman ya? Heran.

Waktu itu gue lagi blogwalking di blognya bang Jojon (Yulian Eka Aditya, admin www.theyulianzone.com, Artworker) lagi liat–liat gambar keren bikinan doi. Pas gue lagi asyik memanjakan mata dengan gambar ketjeh, eh disudut kanan bawah blognya ada gambar yang gue pikir ‘kok aneh ya? Ada kancut sama sempak? ini apaan coba?’. Lalu dengan segenap rasa penasaran yang menggebu, gue klik gambar kancut sama sempak yang dibawahnya ada tulisan KancutKeblenger. Dan… voila, ini adalah Sebuah Komunitas Blogger Kreatif Indonesia yang didalamnya terdapat orang–orang keren dan terkenal sebagaimana baru gue ketahui setelah diterima bergabung sama Mincut Irvina Lioni Yuniasari (@Irvinalioni). Seperti Alitt Susanto (@Shitlicious) penulis buku Shitlicious dan Skripshit, ada Joga Cahya Putra (@Yogaesce) juga penulis buku Senior High Stress, ada Yulian Eka Aditya (@Yulianzone) Artworker, ada M. Nasihin (@Xinnosuke) juga Artworker, ada Galih Hidayatullah (@Mas_Aih) penyair, juga ada bang Faza (@FazaMeong) komikus, yang nggambar @JukiHoki dan @PocongPinky dan masih banyak orang–orang keren lainnya disini, di komunitas ini, komunitas bernama Kancut Keblenger. *Speechless*

Tarik kancutnya kaka... :3

 THE MOTHER OF KANCUT KEBLENGER
Banyak sekali ilmu yang bisa gue dapetin dari komunitas Kancut Keblenger ini. Dari gue yang dulunya hanya seorang Blogger amatiran menjadi Blogger yang sudah lumayan nggak amatiran (banget). Gue sekarang lebih tau bagaimana tata cara menulis yang baik dan benar sekaligus menarik, bagaimana cara mengapresiasi karya Blogger lainnya, lebih tau lagi apa itu dunia sosial media, lebih banyak tau tentang singkatan-singkatan dan bahasa modern (katanya) yang biasa dipake sama anak-anak jaman sekarang, lebih uptodate mengenai apa yang sedang nge-Hits sekarang, nggak ketinggalan jaman lagi kayak waktu SMP dulu. Kadang gue merasa lebih keren dari temen-temen gue dirumah ketika tau mereka baru mengenal apa itu Facebook, gue sudah mainan Twitter. Muahahaha…. *benerin kerah baju*

Dan disinilah tempat gue bernaung sekarang. Kancut Keblenger, tempat dimana bukan sekedar menitipkan Link postingan blog gue, tapi lebih ke bagaimana gue bersosialisasi dengan mereka sesama Blogger, baik yang pemula ataupun yang sudah Tua senior. Menjalin sebuah persahabatan, dan membentuk sebuah keluarga baru bareng mereka yang kreatif, cerdas, humble, welcome (baca : keset. Eh?), seru, rame, gokil, ada yang kalem, yang frontal juga ada, tapi yang paling penting sih selain Perjakancutnya yang ngganteng-ngganteng, juga Perawancutnya yang ketjeh-ketjeh ngegemesin gicuh :3 *kemudian digampar berjama’ah sama perawancut*

Senin, 31 Desember 2012

SURVIVAL ON JAKARTA : ULTAH WWF 50th with GENK KANCUT


Ini kali ketiga gue menginjakkan kaki di sebuah kota bernama Jakarta.
Jakarta? Apa sih yang ada dipikiran kalian ketika mendengar satu kata ‘Jakarta’. Macet ? Pasti.
situasi paling kampret, macet!
Tumpukan sampah yang menggunung? sudah nggak aneh.
pemandangan indah tengah kota, sampah ._."
Deretan kali–kali dengan bau yang menusuk? biasa itu mah…
kali ini bau stoberi, iya SE-TO-BE-RI
Atau… Banjir?
galon habis, air banjir lebih praktis :D
Yup! Jakarta sebagai ibukota sebuah Negara harusnya mencerminkan kepribadian Negara tersebut. Harusnya….
begini seharusnya JAKARTA
Ah, lupakan!

Ngobrolin soal Jakarta, kemarin (22-23 Desember 2012) gue habis  vacation ke Jakarta gitu, ikutan kopdar (kopi darat/ketemuan) bareng komunitas blogger kreatif Indonesia Kancut Keblenger di acara Ulang tahun WWF  50th (World WildLife Fund, Organisasi Observasi Alam, Anggota PBB).
  
Themes :
“Golden Path of Love : Persembahan Cinta untuk Bumi”
Logo WWF, Siunyu panda :3
Bentar–bentar. Tadi sempet ngomongin Kancut Keblenger? itu apa? Kok aneh? Kancut? Apalagi itu? baca Disini.
ini Kancut! Iya ini Kancut nya..
Sini gue jelasin.
Jadi menurut yang empunya ini komunitas, kak Irvina Lioni. Katanya Kancut Kebelenger itu bukan seperti apa yang kalian lihat dari nama dan lambang komunitas ini. Kancut Keblenger adalah salah satu komunitas blogger Indonesia yang isinya semacam kumpulan blogger–blogger kreatif, aktive dari seluruh penjuru Indonesia, mereka yang gokil, dan sedikit gila cerdas.”

Terus kenapa harus Kancut? Kenapa nggak pake Beha atau semacamnya gitu?
“Ok, jadi yah… kenapa harus Kancut? gitu? karena Kancut lebih flexible, bisa dipake sama cewek atau cowok, baik tua maupun muda, kaya–miskin, ganteng–jelek, cantik–ancur, semua pake Kancut. Kalo Beha kan cuma dipake sama cewek doang, nggak tau deh kalo yang ngaku ‘cowok’?“ Jelasnya sambil terbahak.

Gimana sudah jelaskan apa dan kenapa harus Kancut Keblenger? kalau sudah jelas gue lanjutin ceritanya, kalau masih belum jelas boleh baca ulang penjelasan diatas, tapi kalau memang belum juga jelas sebaiknya anda minum buyung upik biar pinter :D

Ok, Fokus !

Well, sesampainya gue di Taman Ismail Marzuki (TIM-Jakarta Pusat) dimana pagelaran akbar itu diadakan, dengan sepatu yang basah kuyup gegara hujan, becek tapi pake ojek (Iya, gue naik ojeg dari terminal senen sampe ke Taman Ismail Marzuki) dan juga banjir. Ngenes.
Bpk. Ismail Marzuki  salah satu pahlawan Reformasi INDONESIA
Gue, melangkah gontai menuju booth Kancut Keblenger, dan… yeah! untuk pertama sebelum kedua kalinya, gue melihat mereka, sekumpulan makhluk tak bernama (iyalah.. kan belum kenal) 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...