 |
| Source : Google |
###
Musim tengah berganti, namun Aku masih disini, diam tak beranjak. Seperti sudah menjadi kebiasaan ketika sedang libur kuliah seperti sekarang ini, hanyalah bermalas-malasan di kamar. Apalagi suasana begitu mendukung untuk tetap berdiam diri di kamar, di luar hujan cukup deras. Setelah kuambil secangkir coklat hangat dari dapur, lantas Aku duduk di jendela, menatap setiap tetes butiran hujan dari baliknya. Entah darimana asalnya, serpihan-serpihan masa lalu itu kembali mengusik khayal ku. Dia yang dulu pernah menjadi bagian dari setiap episode kehidupan ku, kini kembali tanpa permisi.
Beberapa hari lalu, ketika Aku sedang disibukkan melayani pembeli di toko sembako milik paman. Ini kegiatan ku selama dua minggu libur semester, membantu paman berjualan di toko kelontong miliknya. Timbang hanya buang waktu di kamar lebih baik disini, sambil belajar juga bagamana paman bisa sukses dengan usaha dagangnya ini. Aku kira Dia lengganan toko paman, seseorang yang wajahnya tak asing lagi bagiku,
"Hei, apa kabar?" Katanya tiba-tiba.
'Siapa Dia ini berlagak sok akrab begitu.'
"Kamu Dody, kan?"
"Iya saya Dody. Maaf, ada yang bisa saya bantu, mbak?"
"Masa nggak inget sih sama Aku?" Tanyanya manja.
"Maaf, siapa?"
"Ini Aku, Dod." Jelasnya sumringah.
"Bentar-bentar. Uhmmm... kamu?"
"Iya, ini Aku."
"Oh iya, Aku inget. Apa kabar kamu?"
"Ih... kan Aku duluan yang nanya gitu dan belum kamu jawab."
"Heh? maaf, iya Aku baik. Kamu?"
"Gitu dong, Aku baik juga."
Kemudian masing-masing kami tenggelam dalam suatu percakapan dengan sesekali terdengar suara tawa darinya yang memang sudah sekian lama baru aku dengar lagi sekarang, rasanya berbeda.
***
"TRUTTT...!" New message tertera dilayar Hape ku.
From : +6283824331xxx
"Malem gini lagi ngapain?"
'Siapa malam-malam begini SMS? nggak pake nama pula?' Aku pikir, ah... sudahlah barangkali iseng. Aku pun kembali fokus ke tugas kuliah lagi. Selang lima menit kemudian, Hape ku bunyi lagi masih dari nomer yang sama.
From : +6283824331xxx
"Kok nggak bales? udah bobo ya? :'("
"Maaf siapa?"
Send.
From : +6283824331xxx
"Oia gud nait. Misu :) "
Aku heran, orang ini makin nggak jelas saja, Aku biarkan tak membalas dan kembali larut dalam tugas yang sudah menanti deadline lusa hari. Libur dua minggu rasanya begitu cepat berlalu, mungkin juga karena liburan ku sibukan dengan membantu paman ditoko, jadi nggak terasa kalau liburan sudah berakhir.
Pukul 02.30 dini hari, akhirnya tugas itu selesai dengan damainya berharap mendapat nilai yang sebanding dengan pengorbanan saat pengerjaanya. Aamiin :)